Momentum kebersamaan ini memperpanjang sifat kepedulian antarumat menyusul gerakan saling bantu selama pandemi dua tahun terakhir. Semangat kebersamaan ini yang dipetik sebagai modal memajukan Kota Bandung.
“Kalau melihat kerukunan di tengah masyarakat ini kita melihat masa depan Bandung yang menjanjikan. Semua berupaya untuk bergerak bersama, tanpa melihat status personalnya. Ini bisa menjadi modal besar warga Bandung untuk membangun kota dengan landasan berlomba dalam kebaikan,” ujarnya.
Di tingkat paling dekat, yakni keluarga, Tedy menilai esensi perayaan Iduladha ini yang bisa menimbulkan keharmonisan.
Pengorbanan keluarga Nabi Ibrahim AS telah dipahami oleh keluarga warga Bandung. Tidak sedikit dari warga yang memutuskan alokasi finansialnya demi meraih rida Allah SWT.