Bandung, PastiNews — Kantor Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat memanfaatkan momentum Idul Adha 1447 H untuk mendistribusikan daging qurban kepada keluarga berisiko stunting. Kegiatan ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bagian dari upaya nyata menekan angka stunting di Jawa Barat.
Patungan ASN, Manfaat untuk Ratusan Keluarga
Kamis (28/5/2026), BKKBN Jabar menyembelih dua ekor sapi dan dua ekor domba. Para ASN dan Penyuluh KB mengumpulkan dana secara sukarela untuk membeli keempat hewan qurban tersebut. BKKBN kemudian menyalurkan daging kepada 400 Keluarga Berisiko Stunting (KRS) di Kota Bandung dan Cimahi.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat, Dadi Ahmad Roswandi, mengatakan jumlah hewan qurban tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Daging Qurban sebagai Intervensi Gizi
BKKBN Jabar mengarahkan kegiatan ini sebagai upaya pemenuhan protein hewani bagi keluarga rentan. Dadi menjelaskan bahwa konsumsi protein hewani berkaitan langsung dengan pencegahan stunting.
“Mengatasi stunting itu erat kaitannya dengan konsumsi protein hewani. Biasanya kami memberikan telur, tapi kali ini kami hadir dengan daging qurban langsung ke tangan keluarga yang membutuhkan,” kata Dadi.
Para relawan dan Penyuluh KB Kota Bandung dan Cimahi menyalurkan daging langsung kepada penerima manfaat pada hari yang sama.
Target Stunting Jabar Masih Jauh dari Harapan
SSGI atau Survei Status Gizi Indonesia akan berlangsung pada Juni–Juli 2026. Survei ini mengukur perkembangan penanganan stunting di setiap daerah. Angka stunting Jawa Barat saat ini masih berada di 12,9 persen.
Dadi menegaskan pihaknya menargetkan angka tersebut turun ke bawah 10 persen.
“Ini bukan angka yang bisa dicapai sendiri. Harus ada kolaborasi nyata dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk PLKB di lapangan,” tegasnya.
BKKBN Jabar berharap kegiatan ini turut mendorong perbaikan gizi keluarga rentan, seiring upaya bersama menekan angka stunting di Jawa Barat.







