BANDUNG, PastiNews – Menghadapi Indonesia Emas 2025 mendatang, Pemerintah Provinsi Jawa-Barat terus melakukan berbagai upaya terutama penurunan stunting,
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan, prevalensi balita stunting di Jabar mencapai 20,2 persen pada 2022. Angka tersebut menurun 4,3 poin dari tahun sebelumnya, dimana pada 2021 prevalensi balita stunting 24,5 persen.
“Pemimpin daerah dan pemimpin nasional terpilih nanti, harus mempunyai program melanjutkan apa yang kita cita-citakan, tentunya nanti dievaluasi oleh BPKP, apa yang musti dilakukan untuk menjadi perbaikan kita kedepan,’ jelas Wagub melalui Kepala Bappeda Jabar Iendra Sofyan saat membuka Evaluasi Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Jawa-Barat, di Hotel Santika Bandung Senin 5 Juni 2023.
Dikatakan, untuk mencapai generasi emas tersebut, dibutuhkan kerjasa keras seluruh steakholder.
“Kuncinya adalah kolaborasi. Stunting dan kemiskinan itu pada dasarnya sama, karena kebanyakan stunting dialami masyarakat miskin misalnya. Karena itu, tidak bisa diselesaikan oleh satu sektor saja, harus berkolaborasi, bersama-sama,’ katanya.
Dia juga mengtakan, persoalan stunting semuanya berawal dari penduduk. Stunting akan terus bertambah, terhadap perkembangan penduduk termasuk makanan atau pangan.
“Bicara Jabar, kita juga tergantung dengan provinsi lain, dimana cabai, ikan, telur dan lain sebagainya, didatangkan dari daerah lain. Jadi kembali lagi, kolaborasi antara institusi sesuai tugas dan program, harus terus ditingkatkan, agar masalah stunting dapat terus ditekan,’ tambahnya.
Sementara Plt Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat Dadi Ahmad Roswadi mengungkapkan, program BPS merupakan salah satu upaya menuju generasi emas tahun 2025.
“Karena itu, penanganan dan pencegahan stunting dilakukan melalui holistik, kolaboratif sinergi dan pendekatan multi stekholder. Sehingga perlu percepatan penurunan stunting di Jawa Barat secara holistik oleh seluruh pihak agar dapat menuju Jabar Zero New Stunting guna menyongsong Indonesia Emas Tahun 2045 mendatang,” ucap Dadi.
Dia melanjutkan, jumlah tim pendamping keluarga secara basional mencapai 200 ribu, dimana Jabar terdapat 73 ribu lebih.
“Kalau kita melihat, angka stunting Jawa Barat turun dari 24,5 menjadi 20,2. Meskipun demikian, stunting masih menjadi tantangan Pemerintah, karena target prevalensi stunting dalam RPJMUD 2023 adalah 19,2 persen,” pungkasnya. ***








