Dubes Yassir menekankan kedekatan emosional Sudan dengan Bandung, mengingat kota ini menjadi saksi deklarasi tidak resmi kemerdekaan Sudan pada 1955.
“Jika Anda mengunjungi Museum Asia-Afrika, bendera Sudan ada di sana. Bandung sangat spesial bagi kami,” katanya.
Ia juga menyoroti kesamaan budaya antara masyarakat Sudan dan Sunda, terutama nilai-nilai Islam yang menjadi pemersatu.
“Sebagai sesama Muslim, kami merasa seperti di rumah di Bandung,” ucapnya.
Ketua Yayasan YPKP Bandung, Dr. Ricky Agusiady, mengungkapkan kerja sama ini adalah bagian dari strategi USB YPKP menjadi perguruan tinggi berkelas internasional.
“Kami telah menjalin kolaborasi dengan Korea dan Jepang. Kini, dengan Sudan, kami semakin mendunia,” tuturnya.








