Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa menjelaskan, festival budaya ini merupakan puncak rangkaian kegiatan pasca AAYF yang sebelumnya telah digelar di empat wilayah kota.
Festival menampilkan atraksi seperti Barongsai, Barong Ulin, hingga kolaborasi musik tradisional Sunda.
“Ini luar biasa. Barongsai, Barong Ulin, sampai musik Sunda tampil dalam satu panggung. Bahkan kulinernya habis sebelum acara dimulai,” kata Adi.
Adi mengatakan, kegiatan ini bertujuan memperluas ruang ekspresi pelaku seni, mempererat sinergi antarkomunitas, serta memperkuat citra Bandung sebagai kota kreatif berbasis harmoni budaya.
“Festival ini menjadi ruang ekspresi pelaku seni, mempererat sinergi antarkomunitas, serta menegaskan Bandung sebagai kota yang beragam, harmonis, dan berkarakter budaya kuat,” tuturnya.







