“Kita harus meyakinkan masyarakat bahwa stok aman. Jangan sampai ada panic buying, baik BBM maupun BBG,” imbaunya.
Di sisi lain, Farhan mengungkapkan, belum ada instruksi dari pemerintah pusat terkait konversi energi dari BBM ke listrik di daerah. Namun, Pemkot Bandung tengah aktif merumuskan strategi energi bersama pemerintah pusat, khususnya dalam pemanfaatan sampah menjadi energi listrik.
Salah satu langkah konkret adalah rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di kawasan Bandung Raya. Selain lokasi di Legok Nangka dan Sarimukti, kawasan Eks TPA Jelekong juga didorong menjadi alternatif baru untuk mendukung kebutuhan energi regional.
“Kami akan koordinasi dengan pemerintah pusat. Ini penting untuk solusi jangka panjang, khususnya energi berbasis lingkungan,” jelasnya.








