Tren positif ini berlanjut hingga kuartal I 2026, di mana Perseroan sukses membukukan kenaikan volume penjualan sebesar 9%, lebih tinggi dari pasar yang tumbuh 5%. Pendapatan tercatat sebesar Rp2,56 triliun, dengan 56% di antaranya dikontribusikan dari solusi berkelanjutan. Laba bersih juga meningkat signifikan sebesar 111% menjadi Rp101,89 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini didukung oleh efisiensi operasi, penguatan pemasaran dan penjualan, serta keterlibatan Perseroan dalam proyek infrastruktur.
“Kinerja awal tahun ini menjadi pijakan bagi Perseroan untuk menjaga momentum pertumbuhan. Ke depan, kami akan terus memperkuat fundamental bisnis, meningkatkan efisiensi operasi dan pengendalian biaya, meningkatkan pemanfaatan bahan bakar alternatif untuk mengatasi fluktuasi energi, serta melanjutkan transformasi untuk melayani pelanggan dengan lebih baik,” pungkas Rizki Kresno Edhie Hambali.








