Sebenarnya mekanismenya sederhana jika dijalankan secara konsisten. Atlet disabilitas yang sah pasti memiliki rekam medis yang valid serta riwayat pendidikan formal seperti dari Sekolah Luar Biasa (SLB). Jadi, tidak boleh ada atlet yang tiba-tiba muncul dan lolos klasifikasi tanpa rekam jejak yang jelas. Jika seluruh SOP dijalankan dengan objektif, celah bagi atlet umum untuk masuk ke kategori disabilitas seharusnya bisa ditutup total.
Mengantisipasi Celah Manipulasi di Sektor Low Vision
Pada kategori atau klasifikasi apa yang biasanya dinilai rawan terjadi celah masuknya atlet non-disabilitas ke ajang Peparda?
Yadi Sofyan:
Titik yang paling rawan berada pada klasifikasi disabilitas netra, khususnya pada kategori low vision seperti B2 dan B3.







