MESKI memiliki kekurangan, bukan menjadi halangan bagi seseorang menjadi sukses. Itu pula yang dialami Yadi Sofyan, dimulai dari Wyata Guna, hingga memimpin organisasi olahraga prestasi National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Bandung periode 2024–2029.
Dari sebuah papan catur braille, penyandang disabilitas netra, belajar menyusun strategi, mengambil keputusan, membaca peluang, siap menghadapi setiap tantangan dengan ketenangan.
Kisah inspiratif ini berawal di Sentra Wyata Guna Bandung. Di tempat rehabilitasi sosial
tersebut, Yadi pertama kali mengenal olahraga catur bagi penyandang disabilitas netra.
Tempat itu juga menjadi saksi bisu tumbuhnya semangat, disiplin, dan kepercayaan dirinya. Dari sana, ia mulai menapaki jalan panjang sebagai atlet yang kelak mengharumkan nama Kota Bandung dan Indonesia.








