Lebih membanggakan lagi, dari total 9 mahasiswa yang dikirim, mereka berasal dari berbagai fakultas seperti Ekonomi, Teknik, serta Ilmu Sosial dan Politik, dengan program studi unggulan seperti Akuntansi dan Manajemen. “Kami tidak sembarangan mengirim mahasiswa. Standar IPK harus di atas 3,00 dan kemampuan Bahasa Inggris yang baik. Ini bukan hanya membawa nama kampus, tapi juga nama Indonesia,” tegasnya.
Setiap mahasiswa yang menyelesaikan program ASEMO mendapatkan sertifikat resmi sebagai pengakuan bahwa mereka telah menjalani studi singkat di luar negeri. Pengalaman ini menjadi poin penting dalam CV mereka di masa depan.
Langkah Berani: Student Exchange ke Malaysia
Prestasi tidak berhenti di ASEMO. USB juga berhasil membuka jalan bagi mahasiswanya untuk mengikuti program Student Exchange atau pertukaran pelajar selama satu semester penuh di Malaysia. Ada 3 mahasiswa yang akan mengikuti program ini, antara lain Siti Nur Aisyah (S1 Administrasi Bisnis), Andika Saputra (S1 Manajemen) dan Salman Hidayatullah (S1 Manajemen).
Menariknya, berkat kemitraan yang kuat, mahasiswa USB dibebaskan dari biaya pendidikan (tuition fee) di kampus tujuan. “Mereka tidak bayar biaya pendidikan di sana. Mereka hanya menyiapkan biaya pesawat dan keperluan visa. Bahkan, Yayasan dan lembaga turut membantu 50% dari biaya keberangkatan,” jelas Dr. Nurhaeni.
Dukungan finansial ini diberikan sebagai bentuk apresiasi dan motivasi agar mahasiswa benar-benar serius memanfaatkan kesempatan emas tersebut. Mereka akan menempuh pendidikan selama enam bulan di Malaysia, mempelajari sistem akademik dan budaya baru. Program ini diharapkan menjadi pintu pembuka bagi mahasiswa lain untuk berani melangkah ke kancah internasional.








