Menyinggung target jangka pendek, Prof. Ricky berharap Prof. Diana dapat cepat belajar dan memahami organisasi. “Dalam 100 hari kerja, dia harus bisa cepat belajar. Saya minta disampaikan di dalam pesan saya, dengarkan. Karena kita bukan merubah budaya baru, tapi meningkatkan dengan budaya baru sekarang,” tegasnya. Ia juga menyoroti pentingnya pemetaan (mapping) untuk menentukan langkah strategis. “Dia harus mengumpul dulu mapping-nya. Mana yang harus kita tingkatkan, mana yang harus kita pelihara, mana yang harus kita perbaiki. Tiga kompetensi itu bisa, maka dia akan mudah nanti membuat kebijakan. Amanah dari yayasan adalah menaikkan kelas,” jelasnya.
Saat ini, jumlah mahasiswa USB YPKP mencapai 6.600 pada tahun 2025. Ricky optimistis angka ini akan terus meningkat. “Kalau saya ini sudah sampai 7 ribuan lebih. Ini kan satu modal. Kalau Prof. Diana ingin menyampaikan targetnya ke 20 ribu, itu dengan etos kerja yang sangat baik dan strategi yang baik. Kalau menurut saya, untuk stabil saja di atas 5 ribu, atas 7 ribu misalnya, atau sampai 10 ribu,” harapnya. Prof. Diana sendiri disebut memiliki target membangun program studi (prodi) unggul dalam 1-2 tahun ke depan. “Dengan nambah prodi unggul, inovasi kita bisa lebih baik. Akreditasi institusinya kan sudah unggul. Prodinya unggul, kita bisa bikin kelas jauh,” ujarnya.








