BANDUNG, PastiNews— Irvia Mariza, guru SMAN 15 Bandung, meraih predikat peserta terbaik dalam program Terpujilah GURU 2026 besutan Telkomsel.
Selanjutnya, Telkomsel mengumumkan enam peserta terbaik itu dalam acara Puncak Anugerah di Jakarta, Rabu (23/9).
Sejak Mei 2026, Telkomsel meluncurkan Terpujilah GURU untuk membekali guru SMA, SMK, dan MA dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) di ruang kelas.
Melalui roadshow di sepuluh kota — termasuk Bandung — serta pembelajaran daring, program ini berhasil menjaring lebih dari 3.800 guru.
Panitia menyaring 1.500 guru untuk mengikuti akademi daring. Dari jumlah itu, 80 guru lolos ke tahap pendampingan intensif.
Kemudian, 12 finalis terpilih mengikuti pelatihan luring di Jakarta.
Selain itu, setiap peserta juga menyusun karya akhir berupa rancangan pembelajaran yang bisa mereka terapkan langsung di sekolah masing-masing.
Berdasarkan penilaian proses belajar, karya akhir, dan penerapannya di kelas, Telkomsel akhirnya menetapkan enam peserta terbaik.
Selain Irvia Mariza, lima guru lain yang meraih predikat serupa adalah Sofie Mellyani F. (SMAN 4 Surabaya), Merlin Hitalessy (SMKN 1 Ambon), A. Arief R. (SMKN 1 Garut), Winda Risnawati (SMAN 5 Pematangsiantar), dan Tressya Litaay (SMAN 38 Maluku Tengah).
Sebagai bentuk apresiasi, Telkomsel juga memberikan hadiah perjalanan ibadah umrah kepada keenam guru tersebut.
Berdasarkan dokumentasi acara, panitia menyerahkan tiket perjalanan itu langsung di atas panggung, tepat setelah pengumuman nama-nama peserta terbaik, lengkap dengan nama dan asal sekolah masing-masing penerima.
Di sisi lain, Direktur Human Capital Management Telkomsel, Indrawan, menilai para guru menunjukkan kesiapan bertransformasi tanpa meninggalkan penguatan kompetensi dasar siswa.
“Kami berharap penerapan AI yang tepat di dunia pendidikan bisa membantu Indonesia bersaing dengan bangsa lain di bidang kecerdasan buatan,” bebernya.
Sementara itu, Tressya Litaay, salah satu peserta terbaik asal Maluku, mengatakan program ini membuka peluang baru bagi anak-anak di daerah. Menurutnya, ia dan guru-guru lain di wilayahnya kini lebih mudah memanfaatkan AI untuk menciptakan media pembelajaran yang interaktif.
Direktur Jenderal Pendidikan Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Nunuk Suryani menyambut baik program ini.
“Semoga para guru terbaik bisa berkontribusi lebih jauh dalam program-program coding dan kecerdasan artifisial ke depannya,” pungkas dia.
Informasi lengkap program lewat laman terpujilahguru.id VAL







