BANDUNG, PastiNews – Operasional KA Sangkuriang yang baru beroperasi belum genap setahun berhasil mendongkrak kinerja bisnis PT Kereta Api Indonesia (Persero) secara signifikan. Secara nasional, volume penumpang tumbuh 7 persen hingga mendekati angka 400 juta orang.
Khusus wilayah Daop 2 Bandung, pertumbuhan pelanggan menembus angka di atas 10 persen. Daya tarik moda transportasi kereta api juga menjangkau pasar internasional. KAI melayani sekitar 1 juta wisatawan mancanegara yang beraktivitas di Bandung menggunakan kereta api jarak jauh dan moda penunjang Whoosh.
“Performa bisnis KAI mendapat dorongan kuat dari operasional Kereta Api (KA) Sangkuriang. Meskipun baru beroperasi kurang dari satu tahun, kereta rute Bandung–Banyuwangi ini langsung merebut posisi puncak di lintas selatan. KA Sangkuriang bahkan melampaui tingkat keterisian armada senior seperti KA Malabar dan KA Lodaya,” beber VP Corporate Communication PT KAI Anne Purba saat diskusi dengan awak media di NaraPark, Cieumbeluit Bandung Rabu, 13 Oktober 2026.
Dikatakan, tingkat okupansi harian KA Sangkuriang berada di angka 200 hingga 240 persen. Pada masa libur panjang, keterisian tempat duduk bahkan melonjak hingga 284 persen.
“Kereta berkapasitas 456 tempat duduk ini telah melayani sekitar 330 ribu pelanggan. Tingginya okupansi terjadi karena masyarakat memanfaatkan pergerakan penumpang di stasiun-stasiun antara,” tambah Anne.
Merespons lonjakan penumpang, KAI mempercepat pembenahan fasilitas stasiun strategis.
“KAI memfokuskan pengembangan pada tiga stasiun tersibuk di Daop 2, yakni Stasiun Bandung, Kiaracondong, dan Tasikmalaya. Pengembangan stasiun mengusung empat pilar utama, yaitu konektivitas, integrasi antarmoda, peningkatan pelayanan, dan penataan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD),” ucapnya.
Namun, peningkatan frekuensi dan kecepatan kereta yang kini mencapai 120 km/jam memicu keresahan masyarakat. Warga di sekitar jalur rel mengkhawatirkan tingginya risiko kecelakaan di perlintasan sebidang tanpa penjagaan.
Dari total 295 perlintasan sebidang di wilayah Daop 2 Bandung, sebanyak 154 titik masih belum memiliki penjaga. Sementara itu, 141 titik lainnya mendapatkan penjagaan dari KAI, pemerintah daerah, serta swadaya masyarakat.
Untuk menekan potensi bahaya, KAI menutup 172 perlintasan liar dan melatih lebih dari 700 calon Penjaga Jalan Lintas. Pada tahun 2026, KAI menargetkan penanganan 80 perlintasan rawan dan telah menindaklanjuti 62 titik melalui pemasangan pintu maupun penyiapan petugas.
“Kami berharap sosialisasi keselamatan perlintasan terus tergaung agar tidak ada lagi perlintasan liar baru,” pungkasnya.
KAI akan mengumumkan kesiapan perjalanan tambahan dan skema pelayanan nasional secara resmi pada H-45 Natal dan Tahun Baru 2026-2027 mendatang. Val







