Menurut Tantan, perkembangan AI membawa tantangan baru bagi keamanan masyarakat. Teknologi yang mampu meniru identitas seseorang dapat dimanfaatkan untuk menjalankan penipuan dengan cara yang semakin sulit dikenali.
“Sekarang ada social engineering yang memanfaatkan AI. Suara bahkan wajah seseorang bisa ditiru, sehingga masyarakat berpotensi tertipu,” kata Tantan.
Karena itu, peran pers perlu melampaui pemberitaan setelah kejahatan terjadi. Jurnalis juga perlu membantu masyarakat mengenali risiko, memeriksa kebenaran informasi, dan meningkatkan kewaspadaan sebelum mengambil keputusan.
1. Kejahatan digital berbasis AI menuntut kewaspadaan baru
Pemanfaatan AI membuka peluang bagi pelaku kejahatan untuk memanipulasi informasi dan identitas. Tiruan suara maupun wajah dapat digunakan untuk membangun kepercayaan korban, termasuk dalam modus social engineering.







