Dalam pemaparannya, Prof. Acep Iwan Saidi menilai bahwa Jaya Suprana merupakan sosok figur publik yang memiliki keunikan dan karakter yang berbeda dari kebanyakan tokoh di Indonesia. Menurutnya, konsistensi Jaya Suprana dalam berkarya dan bertingkah laku menjadikannya sebuah model tersendiri dalam peta kebudayaan nusantara.
“Jaya Suprana itu menurut saya seorang tokoh yang berbeda: nyeleneh, humoris, karyanya banyak, dan seterusnya. Dia menjadi satu model tertentu di dalam kebudayaan Indonesia. Makanya, saya sebut Jaya Suprana itu sang postmodernis sejati,” ujar Prof. Acep di hadapan para peserta diskusi.
Lebih lanjut, pakar semiotika ITB ini menjelaskan bahwa cara berpikir, berkarya, hingga tingkah laku sehari-hari Jaya Suprana merupakan kesatuan dari karakteristik seorang postmodernis. Mulai dari penampilan publik yang eklektik, penghargaan terhadap keberagaman, identitas yang cair, fleksibilitas, hingga konsistensi gaya hidup yang ditunjukkan secara autentik melalui bahasa tubuh dan penampilan sehari-hari.







