Farhan menuturkan, Pemerintah Kota Bandung tidak memberikan hewan kurban secara institusional. Namun, pejabat Pemkot secara pribadi berpartisipasi dalam berkurban.
“Pemerintah kota sebagai lembaga tidak ada (pemberian hewan kurban), tapi secara pribadi, saya ada, Pak Sekda ada, Pak Asda juga ada. Kita dorong semua untuk ikut berkurban,” jelasnya.
Penyaluran hewan kurban, kata Farhan, dilakukan secara selektif agar tidak menumpuk di titik yang sudah banyak menerima. Penyaluran difokuskan pada wilayah-wilayah dengan jumlah hewan kurban yang lebih sedikit, terutama di tingkat Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan Rukun Warga (RW).
“Kalau di satu tempat hewan kurbannya sudah banyak, jangan ditambah. Yang kita beri adalah titik-titik yang masih sedikit,” ujarnya.








