Farhan menyampaikan, Pemerintah Kota Bandung sedang menata ulang lanskap budaya dengan menjadikan Balai Kota sebagai landmark budaya baru.
“Adalah sebuah kebahagiaan tersendiri dan rasa syukur yang tidak terhingga bahwa malam hari ini kita bisa berkumpul di salah satu landscape yang ikonik di Kota Bandung. Tahun ini, kita mendapatkan amanat dari Gubernur Jawa Barat untuk memperkenalkan Balai Kota Bandung sebagai landmark Kota Bandung selain Gedung Sate,” ujar Farhan.
Farhan menjelaskan, karakter budaya Bandung tumbuh dari sejarah arsitektur, pemikiran, dan dinamika masyarakatnya.
“Bandung dikenal sebagai salah satu galeri Art Deco Postmodernism. Bandung tumbuh sebagai kota kosmopolitan. Kota Bandung tidak pernah dikenal sebagai kota kelahiran karya budaya berbentuk performing arts. Tidak pernah,” ungkapnya.







