Menurutnya, kekuatan budaya Bandung terletak pada nilai dan karakter warganya yang egaliter, kolaboratif, dan terbuka terhadap gagasan baru.
“Yang terpenting adalah karakter Kota Bandung: egaliter, kolaboratif, dan sangat terbuka pada ide-ide baru. Kota Bandung membentuk karakter saya,” ucapnya.
Farhan juga mengapresiasi kontribusi legislatif, akademisi, komunitas, serta mitra media dalam kerja budaya di Kota Bandung.
“Budaya juga lahir dari pemikiran politik. Ini menunjukkan bahwa budaya itu lintas batas dan menjadi bagian kehidupan kita bersama,” katanya.
Sebagai penutup, Farhan kembali menggarisbawahi, bahwasannya kebudayaan adalah fondasi ketahanan bangsa.
“Budaya adalah faktor penting dalam membangun ketahanan bangsa, resilience. Dengan ketahanan itu kita bisa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” katanya







