“Kualitas masa depan Indonesia ditentukan oleh kapasitas intelektual dan kepedulian sosial mahasiswa. Universitas berkomitmen menjadi wadah dialektika bagi mahasiswa untuk tumbuh menjadi pemimpin merdeka yang siap menjaga kedaulatan serta kepentingan nasional,” katanya.
Sementara itu, Ketua Yayasan YPKP USB, Dr. Ricky Agusiady, mengingatkan bahwa bonus demografi yang tengah dinikmati Indonesia pada periode 2020–2035 bukanlah jaminan kesuksesan. “Bonus demografi tidak otomatis menjadi berkah. Tanpa pembinaan yang tepat, bonus ini justru berpotensi berubah menjadi musibah demografi,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya membangun generasi muda yang kritis dan beretika sebagai subjek utama demokrasi dan pertahanan bangsa.








