GPIPS sendiri menjadi strategi baru dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan. Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali, menegaskan bahwa GPIPS dirancang sebagai pendekatan menyeluruh untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui tiga strategi utama: peningkatan produksi, kelancaran distribusi, dan penguatan sinergi pusat–daerah.
Ricky mengungkapkan bahwa inflasi nasional pada tahun 2025 tercatat 2,92% (yoy), berada dalam rentang sasaran inflasi 2,5±1%. Namun pada Januari 2026, inflasi meningkat menjadi 3,55% yoy, terutama dipengaruhi kelompok pangan bergejolak.
“Upaya pengendalian inflasi pangan harus terus diperkuat agar tetap berada pada kisaran 3–5%,” ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menyoroti pentingnya inovasi digital dalam memperkuat ekosistem pangan. Ia mencontohkan penggunaan platform SiBenih dan program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang berhasil mengoptimalkan produksi dan distribusi pangan daerah.







