Selain itu, Farhan juga menyoroti persoalan banjir yang kerap terjadi di sejumlah titik akibat penyempitan drainase dan banyaknya utilitas di bawah tanah.
Menurut penjelasan petugas teknis, banyak saluran air yang tertutup permanen sehingga sulit dibersihkan dan menyebabkan air meluap saat hujan deras.
Menanggapi hal tersebut, Farhan mendorong agar sistem drainase diubah menjadi lebih terbuka dan mudah diakses untuk pemeliharaan.
“Kalau tertutup terus, kita tidak bisa kontrol. Lebih baik terbuka atau sistem bongkar pasang,” ujarnya.
Ia juga meminta segera dilakukan survei untuk menentukan solusi terbaik dalam penanganan banjir di wilayah tersebut.
Tak hanya itu, Farhan turut menyoroti minimnya penerangan jalan umum (PJU) serta potensi pohon tumbang yang dapat membahayakan warga.








