Selain PKL, Bambang juga menyoroti keberadaan parkir liar dan bangunan yang berdiri di atas trotoar maupun saluran air.
Ia menegaskan trotoar harus kembali difungsikan untuk pejalan kaki.
Di sisi lain, Bambang turut mengapresiasi para PKL di kawasan Jalan Ibu Inggit yang dinilai kooperatif dalam mendukung penataan kawasan heritage tersebut.
“Kami ucapkan terima kasih kepada para PKL yang bekerja sama dengan kita yang sudah mengosongkan Jalan Ibu Inggit (Jalan Ibu Inggit Garnasih). Karena di sana ada heritage, ada rumah Ibu Inggit, dan itu akan ditata oleh pemerintah kota,” katanya.
Ia berharap, penataan kawasan dapat berjalan dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk RT, RW, tokoh masyarakat, dan warga sekitar agar hasil penataan dapat bermanfaat untuk semua.***








