“Bandung punya tantangan tersendiri. Tahun ini lebih menantang karena ada pelari-pelari dari Kenya juga,” ujar Odekta.
Menurutnya, suhu udara Kota Bandung menjadi salah satu faktor yang membuat lomba tetap nyaman dinikmati, baik oleh atlet maupun pelari rekreasional.
Selain itu, dukungan masyarakat di sepanjang jalur lomba juga memberikan energi tersendiri bagi para peserta.
Odekta bahkan menyebut Bandoeng 10K sebagai “hajatan Kota Bandung” karena keterlibatan masyarakat dan antusiasme yang terlihat selama penyelenggaraan berlangsung.
“Saya berharap jalurnya semakin steril dan semua orang bisa berpesta di situ. Ini hajatan Bandung,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menilai, berkembangnya event lari seperti Bandoeng 10K juga menjadi dorongan bagi pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur kota.








