“Bapak/Ibu, kami tidak sedang menguji kemampuan Bapak/Ibu. Kami justru ingin belajar dari pengalaman Bapak/Ibu sebagai pelaku dan empu sepatu. Dokumen ini masih draf, jadi kami mohon dikoreksi berdasarkan pengalaman nyata Bapak/Ibu,” ungkap Dr. Nurhaeni di hadapan para peserta.
Sinergi Tokoh dan Aspirasi Pengrajin: “Jangan Sampai Seperti Dinosaurus”
Acara ini dihadiri oleh pemangku kepentingan kunci yang memberikan pandangan mendalam mengenai masa depan Cibaduyut;
Pak Roni Sukirman (Koordinator Satpel PI Persepatuan Bandung): Menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antar berbagai pihak dalam mendukung perkembangan industri alas kaki Cibaduyut. Beliau menyoroti bahwa tantangan saat ini tidak hanya berkaitan dengan produksi, tetapi juga pemasaran, harga, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan pasar. Melalui program klaster alas kaki, diharapkan kerja sama dapat diperkuat guna meningkatkan daya saing pelaku usaha dari skala mikro hingga besar , di mana dukungan dari praktisi, akademisi, pemerintah, dan pengrajin harus terus berjalan beriringan.








