Seni Melangkah Tanpa Harus Melihat
Perjalanan hidup Yadi Sofian dari bidak catur hingga meja organisasi mengantarkan kita
pada sebuah perenungan mendalam tentang makna “melihat” yang sesungguhnya.
Bagi seorang penyandang disabilitas netra, catur bukan sekadar permainan yang mengandalkan penglihatan, melainkan latihan berpikir, mengelola strategi, memperhitungkan risiko, dan membaca peluang melalui ketajaman akal serta kepekaan rasa.
Kini, ketika ia memimpin NPCI Kota Bandung, filosofi catur itu tetap hidup dalam setiap langkah kepemimpinannya.
Memimpin organisasi sama halnya dengan memainkan sebuah pertandingan catur. Seorang pemimpin harus mampu menyusun strategi, menggerakkan setiap unsur organisasi sesuai perannya, membaca tantangan, sekaligus mengambil keputusan yang berpihak pada kepentingan bersama.








