Bandung, Pastinews.id — Produser justru melarang keras nuansa dangdut koplo masuk ke lagu bertema perjudian ini. BCR Music mengungkap fakta nyeleneh itu dalam Launching & Showcase Original Soundtrack (OST) film “Menang Untuk Kalah”. BCR Music bersama rumah produksi Para Kreator menggelar acara ini di Laneo Cafe & Eatery, Jl. Jawa 46/48 Bandung, Sabtu (19/9/2026).
Siaran pers resmi hanya memuat daftar lagu dan sinopsis. Namun para musisi yang terlibat membongkar dapur produksi yang jauh lebih berwarna. Cerita itu meliputi batasan genre yang ketat, proses musik yang rampung lebih dulu sebelum kamera menyala, sampai reuni sebuah band yang vakum hampir tiga dekade.
Rudy Nugraha, eks vokalis Caffeine yang mengisi OST ini, mengungkap garis merah dalam aransemen musik film bertema judi online dan pinjaman ilegal tersebut.
“Ada instruksi dari Pak Produser, pokoknya kalau di-rock atau di-jazz oke. Salah satunya, jangan dikoplo-in,” ungkap Rudy.
Tim produksi film ini membalik kelaziman proses kreatif di industri film. Biasanya musisi menggarap lagu menyesuaikan visual yang sudah jadi. Tim ini justru merampungkan lagu-lagu lebih dulu selama masa pra-produksi sekitar dua bulan, baru kemudian memasang lagu ke adegan saat syuting berlangsung.
YannaHead, eks personel Marvels, memikul beban kreatif paling berat saat menggarap lirik “Menangku Untuk Kalah”. Ia melakukan riset mendalam soal penderitaan korban judol dan pinjol agar pesannya tidak dangkal.
“Bahayanya itu 11-12. Semoga ini terangkum di lagu ini,” ujarnya singkat.
Vokalis band Candu, Dinna, merasakan momen serupa. Ia juga beradu akting dengan Surya Saputra dan Bedu dalam film ini. Dinna mengaku sampai istighfar saat mendalami lirik “Hidup Enggan Mati Tak Mau” karena isinya menyentuh langsung persoalan nyata di sekitarnya.
Proses pencocokan vokal dengan karakter lagu juga tak berjalan mulus. Tim produksi sempat merencanakan lagu “Tak Ada Aku” untuk Rudy. Sutradara kemudian mengalihkan lagu itu ke Dinna karena menilai karakter vokal perempuan lebih pas. Rudy pun menerima lagu “Belahan Jiwaku” sebagai gantinya.
Momen paling mengejutkan datang dari YannaHead. Proyek ini menghidupkan kembali Strip-457, band lamanya sebelum bergabung dengan Marvels, yang vakum selama hampir tiga dekade. YannaHead membeberkan alasan hiatus panjang itu dengan nada bercanda.
“Kalau band lain hiatus karena jenuh manggung, Strip-457 hiatus karena euweuh job,” ujarnya. Ucapan itu langsung mengundang tawa hadirin.
Sound of Panca, Rudy Nugraha, Candu, YannaHead, dan Strip-457 mengisi total 16 lagu dalam OST “Menang Untuk Kalah”. Pendengar kini bisa menikmati seluruh lagu itu di Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan platform digital lainnya. Para Kreator akan menayangkan film yang mengangkat isu judi online dan pinjol ilegal ini di bioskop pada 19 November 2026.







