Dalam pembukaan, Prof. Susi mengutip pandangan Mohammad Hatta mengenai peran kaum intelektual. Menurut Hatta, intelektual tidak seharusnya bersikap pasif dan menyerahkan seluruh persoalan kepada mereka yang sedang memegang jabatan negara.
Pesan tersebut menjadi salah satu pijakan forum untuk membahas persoalan pendidikan, ketenagakerjaan, dan pertanian secara lebih luas.
Dari berbagai pembahasan, muncul benang merah bahwa pembangunan Indonesia tidak cukup hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi, efisiensi kebijakan maupun perubahan regulasi. Aspek manusia, kondisi sosial, wilayah, pekerjaan, pendidikan dan lingkungan juga menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan.
Pendidikan Harus Membentuk Manusia yang Mampu Berpikir Kritis
Dalam diskusi pendidikan yang dipimpin Prof. Premana Premadi, FIAD mempertanyakan kembali tujuan pendidikan dasar dan menengah di Indonesia.








