Pendidikan dinilai tidak semestinya hanya berorientasi pada transfer pengetahuan matematika, sains, bahasa maupun keterampilan teknis. Pendidikan juga perlu membangun kemampuan berpikir, mengambil keputusan, hidup bersama secara adil, serta membentuk manusia yang mampu berkontribusi terhadap peradaban.
Salah satu gagasan yang mengemuka adalah penguatan pendidikan kritis. Peserta didik perlu mendapatkan ruang untuk bertanya, mengeksplorasi, membangun imajinasi, memahami persoalan dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum mengambil keputusan.
Pembentukan manusia juga tidak berlangsung hanya di ruang kelas. Keluarga dan komunitas turut memiliki peran dalam membangun karakter serta kemampuan sosial peserta didik.








