Dari Tumpukan Berangkal Menjadi Kebun Produktif
Asep Ramdani menuturkan, ide pemanfaatan lahan bermula saat ia baru bertugas di SMPN 50 Bandung sekitar Juni 2025. Setelah melihat potensi lingkungan, ia menemukan lahan yang sebelumnya hanya ditumpuki berangkal.
“Lahan awalnya itu tumpukan berangkal. Saya berpikir bagaimana kalau lahan yang tadinya tidak efektif dan tidak berguna kita jadikan sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program ini sejalan dengan kurikulum yang memiliki kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan kokurikuler. Salah satu tema kokurikuler adalah ketahanan pangan, yang ternyata berkorelasi dengan program Buruan Saé milik Pemerintah Kota Bandung.
Sekolah kemudian berkoordinasi dengan kewilayahan, mulai dari lurah hingga camat. Dari situ, SMPN 50 Bandung mendapat referensi adanya penyuluh pertanian di Kecamatan Ujungberung, yakni Asep Tristian.







