“Beliau sangat mendukung. Kami diminta mengajukan sarana pertanian, bibit, dan sebagainya melalui surat. Tidak lama, permohonan itu mendapat jawaban,” kenang Asep Ramdani.
Hasilnya, hingga kini sekolah telah tiga kali panen. Berbagai komoditas yang ditanam antara lain pakcoy, kangkung, serta tanaman sayur dan Toga (Tanaman Obat Keluarga). Sekolah juga menerima bantuan 250 ekor ikan nila, lele serta ayam petelur lengkap dengan kandang dan pakannya.
“Karena produksinya masih sedikit, hasil panen sementara ini untuk memenuhi kebutuhan warga sekolah. Ke depan, kami ingin masuk ke pengolahan hasil panen,” imbuhnya.
Inovasi Olahan Hasil Panen
Asep Ramdani mengungkapkan rencana pengembangan produk olahan, seperti pakcoy menjadi jus, jahe menjadi minuman instan, hingga lidah buaya yang diolah menyerupai nata de coco.







