“Saya sedang berdiskusi dengan Pak PPL. Beliau siap, bahkan punya ahlinya,” ujarnya.
Pengalaman serupa pernah ia terapkan saat bertugas di SMPN 43 Bandung. Kala itu, serai dan jeruk nipis diolah menjadi minuman bernama Serpis (serai+jeruk nipis), sementara jahe diolah menjadi ekstrak wedang jahe.
Siswa Dilatih Langsung oleh Penyuluh
Sementara itu, Asep Tristian menegaskan pihaknya mendukung penuh program tersebut, terutama karena Kepala SMPN 50 Bandung dinilai memiliki semangat tinggi terhadap ketahanan pangan dan lingkungan.
“Kadang kalau masuk ke sekolah, lahannya ada tetapi semangatnya hanya sehari. Habis itu diam. Di SMPN 50 ini berbeda, Pak Kepala Sekolahnya sangat konsen,” katanya.
Ia menjelaskan, para penyuluh di Kota Bandung memiliki program pelatihan bernama Nawadahan (Ngabina Wargi Bandung Ngahadean Buruan). Melalui program itu, guru-guru dilatih budidaya tanaman mulai dari pembibitan hingga pascapanen.







