Dalam konsep ekonomi sirkular yang dikembangkan, sampah organik rumah tangga dimanfaatkan sebagai bahan baku budidaya larva BSF. Maggot yang dihasilkan berpotensi digunakan sebagai bahan pakan ikan dan ternak, sedangkan residu budidaya atau kasgot berpotensi dimanfaatkan lebih lanjut sebagai bahan pupuk organik.
Pendekatan ini membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terpadu. Selain mendukung pengurangan sampah organik, budidaya maggot juga berpotensi menjadi kegiatan ekonomi produktif apabila dikelola dengan baik, disertai pencatatan produksi, pembagian tugas, pemeliharaan sarana, serta pengembangan akses pemasaran.
Laporan kegiatan mencatat bahwa timbulan sampah di wilayah sasaran diperkirakan mencapai 25–50 kilogram per hari, dengan sebagian besar potensi pemanfaatan berasal dari sampah organik rumah tangga. Data tersebut menjadi dasar penting bagi pengembangan kapasitas pengolahan sampah organik di wilayah tersebut.







