Dalam sambutannya, Ijang Faisal menegaskan bahwa penyediaan air bersih bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan bagian dari ikhtiar menjaga kehidupan dan memuliakan martabat manusia.
“Air bersih mungkin terlihat sebagai kebutuhan sederhana bagi sebagian orang. Namun, bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses, kehadiran air bersih merupakan kebahagiaan yang sangat berarti. Karena itu, yang kita resmikan hari ini bukan hanya saluran air, tetapi juga harapan dan kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.
Menurut Ijang, keberhasilan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah tidak semestinya hanya diukur dari besarnya dana yang berhasil dihimpun, tetapi juga dari sejauh mana dana tersebut mampu menjawab persoalan nyata masyarakat.







