Oleh sebab itu, masyarakat perlu memeriksa sumber informasi dan melakukan konfirmasi melalui saluran resmi sebelum mempercayai pesan, menyebarkan konten, atau melakukan transaksi.
2. Pers harus menjadi benteng terakhir melawan hoaks
Di tengah perkembangan teknologi, akurasi tetap menjadi fondasi utama kerja jurnalistik. Informasi yang beredar cepat belum tentu benar. Sebaliknya, konten yang terlihat meyakinkan juga belum tentu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.
Tantan menilai tantangan tersebut semakin besar di tengah maraknya hoaks dan fenomena post-truth, ketika persepsi atau keyakinan dapat lebih memengaruhi masyarakat dibandingkan fakta yang telah diverifikasi.
“Saya menganggap pers menjadi benteng terakhir bagaimana kita menangkal hoaks,” tegasnya.







