Pernyataan tersebut menempatkan verifikasi sebagai bagian penting dari tanggung jawab pers. Wartawan perlu menguji informasi, meminta konfirmasi kepada pihak terkait, dan memastikan materi yang digunakan tidak menyesatkan publik.
Selain itu, jurnalis perlu berhati-hati ketika menerima rekaman suara, foto, atau video yang belum jelas asal-usulnya. Jika terdapat indikasi manipulasi, redaksi perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum memublikasikannya.
Pers juga memiliki ruang untuk memperkuat edukasi publik melalui berita yang menjelaskan modus penipuan, cara memeriksa sumber, serta langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi risiko.
Dengan demikian, pemberitaan tidak berhenti pada pengungkapan peristiwa. Informasi yang akurat juga dapat membantu masyarakat memahami ancaman dan mengambil keputusan secara lebih bijak.







