Capaian itu memperlihatkan bahwa digitalisasi pemerintahan tidak cukup hanya menghadirkan perangkat elektronik. Ada pekerjaan lain yang tidak kalah penting, mulai dari menyiapkan petugas, memastikan sistem berfungsi, hingga memberikan pemahaman kepada masyarakat.
Fajar mengakui, tidak semua warga memiliki pemahaman teknologi yang sama. Sebagian masyarakat, terutama pemilih lanjut usia, masih terbiasa menggunakan dengan pemungutan suara secara manual.
“Bimbingan intensif menjadi salah satu faktor yang membantu masyarakat memahami mekanisme e-voting. Pendampingan itu penting agar penggunaan teknologi tidak justru menjadi hambatan bagi warga dalam menyalurkan hak pilihnya,” bebernya.
Karena itu, edukasi yang memadai, teknologi yang seharusnya mempermudah justru berpotensi menyulitkan kelompok masyarakat tertentu. Keamanan Data dan Literasi Digital Harus Berjalan Bersamaan







