Langkah ini sejalan dengan kebijakan nasional pariwisata yang menempatkan sustainability sebagai prinsip utama.
Selain itu, Kemenpar juga mendorong pengembangan event berbasis Intellectual Property (IP) agar setiap kegiatan budaya dapat memiliki nilai ekonomi berkelanjutan.
“Kami ingin kolaborasi ini membuat Indonesia naik kelas sebagai destinasi event internasional,” kata Rizky.
Rizky berharap, festival ini dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan, baik mancanegara maupun domestik, serta meningkatkan pengeluaran wisatawan (spending).
“Siapa pun yang datang ke Bandung pasti membeli makanan, oleh-oleh, dan produk khas. Bandung sudah jadi pusat inovasi kuliner dan cinderamata,” ujarnya.
“Semoga festival ini terus memberi dampak nyata bagi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Bandung dan sekitarnya,” imbuhnya.***







