Keterlibatan pondok pesantren dan lembaga masyarakat, diakui memperkuat sinergi antar program.
“Kampung KB harus menjadi Kampung Keluarga Berkualitas yang saling integratif dan menyatu. Semangatnya satu meningkatkan kualitas SDM, membangun kemandirian, dan menciptakan kebahagiaan serta ketenteraman di masyarakat,” tegasnya.
Wihaji juga sempat berdialog dengan para calon pengantin, orang tua balita, hingga pelajar.
“Kita ingin memastikan setiap tahap kehidupan, mulai dari calon pengantin, balita, pelajar hingga mahasiswa, semua siap menghadapi tantangan masa depan. Itu juga menjadi pesan Presiden kepada saya: pentingnya menjaga stabilitas demografi,” pungkasnya.
Wihaji berharap Kampung KB Melati dapat menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat dalam membangun keluarga berkualitas dan berdaya saing. ***








