“Ini sangat penting. Walau angka stunting di Jabar hanya 15,9 persen, namun populasinya tinggi. Kita berharap dari kalangan agamawan bisa melakukan secara kultural kepada pasangan usia subur, di grassroot bawah, gitu ya,’ tambah Dadi.
Dikatakan, sejak BKKBN bertransformasi menadi Kementerian Kemendukbangga/BKKBN, pihaknya selalu melibatkan semua unsur termasuk dengan para pemuka agama.
“Karena itu saya berpikir, BKKBN itu kalau tanpa NU bagaikan malam tak berbintang, sayur tanpa garam. Karena di Jabar itu kan lumayan ya, Pantura, Priangan Timur ya, teman-teman NU nya luar biasa. Ini bisa menjadi inspirasi bagaimana kita mengakselerasi nilai-nilai pembangunan kependudukan dan keluarga berencana,” ucap Dadi.







