“Ini bukan hanya tentang sepak bola, badminton, atau pingpong. Ini tentang bagaimana kita bersatu sebagai satu tim untuk merawat Bandung,” tuturnya.
Ada dua isu besar yang membutuhkan kolaborasi serius: persoalan sampah dan pengangguran. Keduanya dinilai membutuhkan sinergi Forkopimda agar tidak berkembang menjadi masalah sosial yang lebih luas.
“Ketika kebersamaan ini kita jaga, persoalan sampah, pengangguran, maupun dampak sosial lainnya dapat kita tangani lebih terkoordinasi dan tepat sasaran,” ucapnya.
Ia mengajak seluruh peserta menjaga sportivitas dan menjadikan ajang ini sebagai penguat kebersamaan.
Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi menuturkan, Forkopimda Cup bukan hanya ajang kompetisi, melainkan sarana memperkokoh kerja bersama antar-lembaga.








