Karena itu, pihaknya memastikan workshop ini bermanfaat bagi para disabilitas.
“Kegiatan ini merupakan komitmen pemerintah dalam memastikan setiap remaja, mendapat akses pendidikan kesehatan yang setara,” tambah Andina.
Senada, perwakilan SLBN Cicendo Neni Satriani mengapresiasi kegiatan tersebut.
“Kami berharap kegiatan seperti ini lebih sering dilakukan di SLB karena para siswa membutuhkan informasi terkait kesehatan reproduksi, edukasi gizi, dan perencanaan masa depannya,” pungkasnya. ***








