“Hal ini untuk menyusun program pembangunan dan intervensi kebijakan yang tepat sasaran, termasuk dalam menguatkan ketahanan keluarga,” tambah Siska.
Data BPS Provinsi Jawa Barat per 2024 mencatat terdapat sekitar 12,8 juta keluarga di Jawa Barat. Pemutakhiran data PK-25 yang mencakup 27 indikator keluarga tersebut menjadi basis perencanaan program seperti bantuan sosial, layanan kesehatan, hingga intervensi stunting.
Acara digelar secara hybrid di Auditorium Kemendukbangga/BKKBN, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, itu dihadiri lebih dari 1.000 peserta dari berbagai kementerian/lembaga, pemerintah daerah, akademisi, dan mitra pembangunan. ***







