Di tengah baku tembak brutal, pertarungan fisik yang realistis, dan tekanan emosional, Timur harus memilih antara tugas yang diemban, ikatan persaudaraan, dan bayang-bayang masa lalunya. Trailer ini menegaskan bahwa TIMUR bukan sekadar pameran koreografi laga, tetapi juga kisah yang menguji batas pengorbanan dan nilai kemanusiaan.
Iko Uwais, sebagai sutradara dan pemeran utama, berbagi inspirasi di balik naskah emosional film Timur.
“Cerita dalam film TIMUR lahir dari rasa cinta saya terhadap orang timur. Saya tumbuh besar bersama keluarga dari timur yang saya anggap sebagai keluarga sendiri, dan dari situ saya melihat betapa kuatnya nilai persaudaraan yang mereka miliki. Lewat film ini, saya ingin membawakan film laga yang tidak hanya keras dan intens, tapi juga punya hati,” ujar Iko Uwais.







