“Target kami adalah mengubah mustahik (penerima) menjadi muzaki (pemberi),” ungkap Ijang.
Program Zakat Produktif mencakup:
· Bantuan Modal Usaha: Seperti untuk pedagang gorengan atau warung, dilengkapi pendampingan UMKM.
· Beasiswa Pendidikan: Membiayai pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu.
· Bantuan Kesehatan: Mendukung akses layanan kesehatan bagi mustahik.
Program-program ini diselaraskan dengan peta jalan pengentasan kemiskinan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memastikan tepat sasaran dan sinergis.
Menuju Zakat Sebagai Kekuatan Pembangunan
Ijang Faisal menutup paparannya dengan pesan yang menggugah. Ia menegaskan bahwa zakat yang dikelola secara baik, transparan, dan akuntabel dapat menjadi kekuatan besar dalam pembangunan sosial-ekonomi.







