“MIGP ini kami rancang sebagai program pemberdayaan berkelanjutan. Bantuan tidak hanya modal dan peralatan, tetapi juga pendampingan dan pelatihan agar para mustahik memiliki kemampuan mengelola usaha secara mandiri dan berkelanjutan,” beber Teguh Agung Prihadi Senin 19 Januari 2026.
Dikatakan, penguatan usaha berbasis potensi lokal menjadi fokus utama dalam program ini.
“Kami berharap melalui Program MIGP ini, kelompok usaha Kecimpring Barokah dan Tempe Barokah dapat meningkatkan produktivitas, kualitas produk, serta pendapatan keluarga, sehingga pada akhirnya mampu naik kelas dari mustahik menjadi muzaki,” pungkasnya.
Hadir Lurah Hegarsari dan Sekretaris Desa Padaringan, anggota kelompok penerima manfaat, serta tokoh masyarakat. ***








