Dikatakan, kehadiran SPIL di Laboratorium Logistik ITB, akan memberikan akses bagi mahasiswa dan peneliti untuk berinteraksi langsung dengan data dan kasus yang terjadi di lapangan.
“Kami berharap kolaborasi ini menghasilkan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga aplikatif bagi industri logistik nasional,” ucapnya.
Sementara, General Manager Human Capital & Corporate Affairs PT SPI Dominikus Putranda Romo Ganggut, menjelaskan, kerjasama ini menandai langkah penting dalam menghubungkan keahlian teknis antara praktisi dengan tim akademisi.
Menurutnya, reputasi ITB dalam pengembangan teknologi dan efisiensi industri tidak diragukan lagi.
“ITB memiliki reputasi luar biasa dalam pengembangan teknologi dan efisiensi industri. Melalui program ini, SPIL berkomitmen untuk terus mendukung ekosistem riset yang mampu melahirkan solusi-solusi disruptif, sekaligus mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin masa depan di sektor logistik,” pungkasnya.







