Sedangkan Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo membawa analisis geopolitik, memperingatkan bahwa persaingan sumber daya global akan makin sengit akibat ledakan penduduk dunia. Ia mempertanyakan apakah generasi muda akan menjadi pewaris Republik atau “budak bangsa asing”.
Dari sisi ekonomi, pengamat politik Rocky Gerung menyoroti paradoks antara pencitraan (public relation) dan realitas. Ia mencontohkan promosi “Prabowonomics” di forum internasional yang justru dibarengi dengan hukuman dari pasar keuangan global akibat dugaan manipulasi data.
“Potensi kita mengalami crash. Secara real, kita mengalami pembusukan dalam ekonomi,” ujar Rocky.
Panggilan untuk Generasi Muda
Kuliah umum ini menegaskan bahwa perjalanan menuju Indonesia Emas 2045 diwarnai oleh ancaman multidimensi: krisis ekologi akibat pengelolaan hutan dan sumber daya alam yang buruk, pelemahan demokrasi dan kebebasan sipil, serta tantangan ekonomi dan geopolitik yang kompleks.








