Sementara nerus bumi berarti harus membumi, paham realitas sehari‑hari, empati terhadap lingkungan dan masyarakat.
Sebagai contoh, realitas yang terjadi seperti perkawinan dini, kekerasan terhadap perempuan dan anak, perceraian, dan kasus bunuh diri anak.
“Maka dari itu, kita harus paham kedalaman setiap permasalahan yang ada, sehingga dapat melakukan pencegahan serta sinergitas sampai ke tingkat kecamatan dan kelurahan,” paparnya.
Yang kedua adalah ngapak mega digunakan sebagai metafora berpikir besar, punya visi tinggi.
“Tidak hanya terpaku pada hal kecil, tetapi mampu melihat jauh ke depan serta harus mempunyai target ke depan,” tambah Herman.
Adapun napak sancang berarti bisa menyelesaikan masalah dalam situasi sulit dengan anggaran terbatas. Dalam hal ini, fokus pada exit strategy.







