Ia menegaskan, pendekatan sosialisasi yang dilakukan tidak bersifat parsial, melainkan terintegrasi.
Artinya, seluruh aspek pembangunan BRT akan disampaikan secara utuh kepada masyarakat.
“Jadi bukan hanya membahas off-corridor atau on-corridor saja, tapi seluruhnya kita sampaikan. Termasuk dampak yang mungkin timbul dan bagaimana penanganannya, agar masyarakat memahami secara menyeluruh,” jelasnya.
Rasdian mengungkapkan, wilayah yang paling terdampak berada di jalur on-corridor sepanjang kurang lebih 21 kilometer.
Beberapa kecamatan yang masuk dalam jalur tersebut antara lain Andir, Regol, dan Sumur Bandung.
Menurutnya, dampak terbesar akan dirasakan pada pembangunan jalur khusus BRT di on-corridor.








