Jalur ini direncanakan menggunakan separator sebagai pembatas lajur, dengan desain yang tidak terlalu tinggi.
“Sosialisasi ini penting agar masyarakat mengetahui sejak awal rencana pembangunan, termasuk perubahan yang akan terjadi di lapangan,” katanya.
Dishub menargetkan sosialisasi mulai dilaksanakan paling lambat akhir April hingga awal Mei 2026. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pihak yang terdampak dapat memahami program BRT sekaligus beradaptasi dengan perubahan yang akan terjadi.
Pemkot Bandung juga memastikan, berbagai dampak sosial yang muncul akan menjadi perhatian, termasuk penataan ulang aktivitas di ruang jalan dan penyesuaian bagi pihak-pihak yang terdampak langsung.
Dengan pelibatan masyarakat secara aktif sejak tahap awal, Pemkot Bandung berharap pembangunan BRT dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat optimal dalam meningkatkan layanan transportasi publik di Kota Bandung.***








